TELEPON GENGGAM DAN PERUBAHAN SOSIAL
Studi Kasus Dampak Negatif Media Komunikasi dan Informasi Bagi Anak-Anak
di Kelurahan Bobosan Purwokerto Kabupaten Banyumas
Prolog:
Pada saat ini, negara – negara maju telah menciptakan dan mengembangkan suatu teknologi yang disebut dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi(TIK). Teknologi ini diharapkan dapat berguna bagi masyarakat dunia dapat mengakses informasi secara cepata dan tepat. Hal ini berdampak pada pula pada negara – negara disekitarnya, baik negara berkembang maupn negara maju. Di Indonesia sendiri TIK telah berkembang, baik kalangan menengah ke atas sampai kalangan menegah ke bawah bisa mengakses TIK melalui berbagai media online. Namun, seiring berkembangan TIK, hal ini mulai merubah sikap ataupun perilaku masyarakat, baik social maupun psikis. Pada hari ini saya aka menjelaskan perubahan yang terjadi pada suatu masyarakat di Kelurahan Bobosan Purwokerto Kabupaten Banyumas yang saya kutip dari jurnal ilmiah seseorang yang telah melakukan penelitian tersebut.
Inti Materi:
Faktor Perubahan:
Adanya penemuan baru yang bernama TIK
Keinginan masyarakat untuk mendapatkan informasi secara instan
Sikap terbuka masyarakat terhadap hal baru
Tingkat kebutuhan masyarakat akan informasi yang banyak
System Pendidikan formal yag maju
Perubahan yang terjadi pasca berkembangnya TIK
Orang tua semakin berhati – hati dan perhatian kepada anaknya agar tidak membuka informasi yang tidak berguna pada telephone genggam mereka
Perilaku anak yang cenderung individualis, bertindak semaunya sendiri dan bersikap acuh pada dunia sekitarnya.
Rusaknya pikiran anak – anak akibat mengakses situs – situs yang berbau pornografi.
Penutup
Menimbang perubahan perilaku dan adanya faktor yang menyebabkan hal – hal diluar sana menjadi mudah diakses dan menyebabkan suatu kerusakan pada mental – mental anak – anak dan pemuda. Saya sarankan agar mengurangi waktu bermain Telephone genggam dan terus mengedukasikan kepada anak – anak sejak usia dini agar bijak dalam menggunakan teknologi dan bagi orang tua agar terus memrhatikan anaknya agar anak – anak kita, penerus bangsa kita dapat membangun negeri kita ini menjadi lebih baik.
Referensi:
http://www.jurnal-iski.or.id/index.php/jkiski/article/view/36/24 diakses pada 14 oktober 2019.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar