Senin, 14 Oktober 2019
Penemuan Baru_Omar Dzaki_XII IPS 1
Minggu, 13 Oktober 2019
perubahan sosial di desa Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar
Perubahan akibat penemuan smartphone dan perubahan akibat gempa di Padang jambi
Perubahan sosial di Jerman
Perubahan Sosial didorong oleh penemuan baru
Perubahan Sosial Di Masyarakat Indonesia
PERUBAHAN GAYA HIDUP_brian kerta raharja_XII IPS 1
Penyebab :
Bisa dari faktor internal dan eksternal. Dari segi internal penyebabnya yaitu kepribadian, karena dari kepribadian diri seorang masyarakat menentukan perilakunya masing masing.
Kalau dari segi eksternal penyebabnya yaitu kelas sosial, karena dari kelas sosial suatu pribadi seorang masyarakat dibentuk dan melalui kelas sosial tersebut perubahan gaya hidup dapat terjadi.
Perubahan sosial di Borneo
Perubahan sosial di Desa indonesia
1. Perubahan masyarakat karena penemuan baru,
2. Contoh perubahan masyarakat yang terjadi :
• Perubahan masyarakat karena penemuan handphone, handphone memiliki dampak yang sangat besar terhadap masyarakat ada dampak negatif dan positif:
• Dampak negatifnya adalah masyarakat bisa kurang peduli dengan lingkungan karena terlalu fokus dengan handphone, masyarakat jadi bergantung dengan teknologi dengan aktivitas sehari-hari, dan lupa waktu.
• Dampak positifnya adalah masyarakat bisa mendapatkan informasi dengan cepat dan mudah karena adanya handphone dan koneksi internet, masyarakat bisa berdagang melalui handphone mereka, dan masyarakat bisa menjalin silatuhrahim dengan saudaranya yang berada di luar pulau ataupun luar negeri.
Jadi, kesimpulannya baik atau buruknya handphone itu tergantung dengan penggunaannya. Jika kita menggunakannya dengan baik maka akan berdampak baik tapi jika kita menggunakannya dengan buruk maka akan berdampak buruk.
Fikri Jamal Bencana Alam
Re: Perubahan sosial akibat smartphone dan gempa di padang jambi
Faktor2 penyebab perubahan sosial
1. Faktor intern
A.penemuan baru
-penemuan baru berpengaruh pada berbagai bidang , co : penemuan radio menyebabkan perubahan dalam berbagai lembaga
-berpengaruh pada satu lembaga kemasyarakatan kemudian menjalar kpd lembaga kemasyarakatan lainnya
Co : penemuan pesawat membawa pengaruh terhadap metode peperangan
-beberapa penemuan baru mengakibatkan satu jenis perubahan
Co : penemuan mobil kereta menyebabkan banyak pusat kehidupan baru
B.bertambah atau berkurangnya penduduk
C.Terjadi pemberontakan / revolusi
D. Pertentangan dalam masyarakat2.Faktor Ekstern
A. Bencana alam
B. Masuknya kebudayaan luar
C. Peperangan dengan negara lainCONTOH AKIBAT FAKTOR INTERN
Pengaruh Perkembangan Smartphone Terhadap Interaksi Sosial Masyarakat Indonesia
Sejak pertengahan abad ke-20 hingga kini, dunia mengalami perkembangan teknologi yang sangat deras. Berbagai macam penemuan menghiasi kehidupan masyarakat modern. Keinginan dan ketidakpuasan merupakan salah satu faktor pendorong perubahan sosial terutama perkembangan teknologi. Dalam tesisnya Ogburn (Bertrand, 1967) menuliskan bahwa "Inovasi teknologi penting sebagai penyebab terjadinya perubahan, sedangkan bidang sosial dan kebidayaan cenderung tertinggal dengan inovasi-inovasi tersebut."
Ya, tentu saja perkataan beliau ini benar adanya, dapat kita amati dan rasakan bahwa apapun teknologi yang berbasis komunikasi akan cepat laku meskipun harus merogoh kocek yang cukup dalam. Disinilah sifat konsumtif mulai merajalela dan tak dapat terhindarkan. Sikap manusia yang pada dasarnya tidak pernah merasa puas menjadi pemicu utama munculnya konsumerisme ini.
di era sekarang ini siapa yang tidak mengenal Android?
tentu semua orang pernah mendengarnya bahkan menjadi sahabat setianya yang selalu dibawa kemanapun ia melangkah. mungkin termasuk Anda.
Android merupakan sistem operasi berbasis Linux yang diterapkan dalam HP touchscreen dan atau smartphone yang dibuat pada Oktober 2003 dan baru diresmikan pada tahun 2007.
Tercatat Indonesia merupakan Negara yang mengalami perubahan signifikan, dimana device berbasis Android mengambil alih penjualan Blackberry yang menyababkan penjualan Blackberry menurun 70%. Indonesia merupakan Negara di Asia Tenggara yang memiliki pasar smartphone terbesar dengan berhasil menjual lebih dari 4.5 juta device.
Penjualan smartphone di Indonesia meningkat sebanyak 56% dalam waktu 1 tahun terakhir dan 78% dari seluruh penjualan tersebuat adalah penjualan ponsel ber-fitur.
Lalu apa pengaruhnya bagi interaksi masyarakat?
Disadari atau tidak kemuculan smartphone ini sedikit dmi sedikit mengikis budaya tatap muka dan silaturahmi (bertemu secara fisik) di Indonesia. Masyarakat yang dulunya dikenal dengan masyarakat yang saling beranjangsana kini perlahan mulai berkurang seiring kemunculan alat-alat komunikasi canggih. Hal ini tidak bisa disalahkan. Kemajuan di bidang teknologi merupakan salah satu perubahan sosial yang tak dapat dihindari dan akan terjadi secara terus menerus.
Masyarakat modern bersilaturahmi dengan SMS, Telepon, Video Call, Line, Kakao Talk, WhatsApp, dsb. Ini dianggap cukup, namun bagaimanapun juga kehadiran fisik seseorang merupakan bentuk interaksi nyata yang dapat mempererat hubungan kita dengan orang-orang sekitar kita. jangankan dengan orang yang jauh, dengan teman atau keluarga yang jaraknya dekat pun terkadang kita tidak banyak melakukan interaksi, kita sibuk dengan ponsel masing-masing dan bahkan ada yang berkomunikasi lewat SMS atau aplikasi messenger lainnya. Miris. Namun kembali saya tegaskan bahwa tak dapat disalahkan. Hanya saja hal ini akan mengurangi harmonisasi dan interaksi yang dipandang dari segi psikologi dan sosiologi. Semua tergantung pada diri Anda masing-masing. Beradaptasi dengan perubahan yang ada memang penting, namun janganlah mendewakan media, gadget yang Anda miliki. Pergunakalah mata Anda untuk bertatap dengan mereka disekeliling Anda. Tersenyumlah secara langsung pada mereka, itu jauh lebih berarti daripada emoticon yang Anda berikan. Peluklah dengan hangat orang-orang yang Anda cintai. Berbicaralah secara langsung dengan mereka jangan selalu menjadikan ponsel anda sebagai mulut Anda. Karena kehadiran Anda berarti untuk orang-orang disekitar Anda.
(http://veronikadina.blogspot.com/2013/09/pengaruh-perkembangan-smartphone.html?m=1)
---------------------------------------
CONTOH AKIBAT FAKTOR EKSTERN
Analisis masalah sosial akibat gempa di Padang dan Jambi
Masalah sosial yang terjadi di Indonesia terutama di kota-kota setelah mengalami gempa sangatlah terasa. Rabu pekan terakhir September silam, tak terhitung bangunan di berbagai kota dan kabupaten di Ranah Minang, roboh. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa tektonik yang mengguncang Sumbar berkekuatan 7,6 skala Richter (SR). Pusat gempa berada pada 57 kilometer sebelah Barat Laut Pariaman, Sumbar, sedalam 71 kilometer di bawah permukaan laut.

Kerusakan bangunan di kota Padang dan Pariaman mencapai 80% dan yang terparah adalah kota Pariaman. Gempa tersebut merusak infrastruktur seperti rumah sakit, sekolah, sampai rumah - rumah warga. Sementara itu, para korban mengungsi ke daerah yang aman maupun posko yang telah disediakan pemerintah dan berbagai pihak dan mendirikan tenda sebagai tempat bernaung. Kondisi para pengungsi ini sangat memprihatinkan.

Setelah bantuan makanan, obat-obatan, dan pakaian, berbagai kebutuhan dan penanganan selanjutnya perlu segera dipenuhi. Di antaranya adalah pendidikan anak-anak, penanganan trauma khususnya bagi anak-anak , serta perbaikan rumah dan fasilitas umum. Selain kebutuhan langsung tersebut ada satu aspek yang efeknya tidak langsung dirasakan namun membahayakan jika dibiarkan. Yakni kesehatan lingkungan. Gempa besar itu turut merusak berbagai fasilitas lingkungan, seperti MCK, septic tank, saluran limbah, sumur, tempat pembuangan sampah, saluran air bersih, dan lainnya. Fasilitas ini dalam kondisi normal menjadi media yang menjamin kebersihan dan kesehatan suatu lingkungan. Tidak berfungsinya fasilitas ini dengan demikian akan mengkhawatirkan munculnya bermacam penyakit menular. Setiap tempat tinggal manusia membutuhkan fasilitas lingkungan. Dikarenakan setiap saat manusia itu menghasilkan limbah dan membutuhkan air bersih. Demikian pula pada tempat tinggal sementara penduduk pasca gempa di pengungsian. Beberapa hari pasca gempa berbagai penyakit mulai mengancam para pengungsi. Seperti diare, disentri, infeksi saluran pernafasan, demam berdarah, malaria, dan sebagainya. Tanpa penanganan kondisi ini tentu dapat memperparah penderitaan korban. Bahkan, menimbulkan korban baru. Mulai sakit hingga meninggal dunia. Karenanya, bersamaan dengan program tanggap darurat prioritas yang layak segera diperhatikan adalah tanggap lingkungan. Yaitu upaya-upaya yang dilakukan untuk menangani masalah lingkungan pasca bencana.
Berbagai bantuan dana mengalir dari berbagai lapisan masyarakat. Tapi yang perlu kita tahu adalah dana pelantikan tidak sebanding dengan dana bantuan gempa di Sumatera Barat. Angka pelantikan sebesar Rp 46 miliar lebih di atas dibandingkan dengan dana tanggap darurat gempa di Padang ternyata hampir seperlimanya. Menurut Menkeu, pemerintah mengeluarkan dana tanggap sebesar Rp 250 miliar. Dana ini diperkirakan cukup untuk membiayai tanggap darurat selama dua bulan. Empati perorangan memang penting. Tapi kesadaran secara kelembagaan di institusi wakil rakyat lebih dibutuhkan. Rp 46 miliar untuk 692 "wakil rakyat" yang hanya beberapa jam, berbanding dengan Rp 250 miliar untuk 200.000 korban gempa selama dua bulan. Hal itu seharusnya menjadikan para wakil rakyat introspeksi diri dengan mengutamakan kepentingan rakyat yang terkena gempa daripada untuk kesenangan segelintir orang saja.
(http://hanageoedu.blogspot.com/2011/12/analisis-masalah-sosial-akibat-gempa-di.html?m=1)
Perubahan sosial di indonesia
Perubahan sosial di Jerman
Usamah abd zaki | sosiologi
Perubahan sosial di jepang
PERUBAHAN KARENA FAKTOR APA.
"Setelah gempa dan tsunami Tohoku pada 2011, kami menyadari tsunami telah melampaui banyak perkiraan dan tidak ada batas atas dalam bencana," kata Naoto dalam jumpa pers di Graha BNPB, seperti dilansir Antara, Rabu (31/7/2019).
Karena itu, untuk menghadapi bencana, pemerintah Jepang mengidentifikasi bencana yang paling banyak di setiap daerah meskipun tidak akan sempurna untuk menghindari korban dan kerugian ekonomi yang besar.
Berdasarkan pengalaman gempa dan tsunami Tohoku, Kantor Kabinet Jepang kemudian melakukan kajian simulasi tsunami yang disebabkan Palung Nankai pada Maret 2012.
Berdasarkan simulasi tersebut, sesuai dengan tsunami 2011 yang mencapai ketinggian 34 meter, perkiraan kematian bisa mencapai 320 ribu jiwa atau 17 kali kejadian 2011," tuturnya.
Karena itu, didukung oleh pemberitaan di media massa, pemerintah pusat dan daerah di Jepang kemudian melakukan upaya mitigasi terhadap gempa dan tsunami, seperti membuat bangunan tahan gempa, perencanaan tata ruang, hingga pendidikan dan pelatihan kesiapsiagaan bencana.
PERUBAHAN APA YANG TERJADI
"Pemerintah juga mengampanyekan tiga prinsip, yaitu tidak boleh menyerah, mulai evakuasi setelah guncangan, dan evakuasi lebih cepat ke tempat aman," jelasnya.
Berdasarkan prinsip tidak menyerah, pemerintah Jepang melakukan pendidikan kebencanaan kepada penduduk dan siswa secara menyeluruh dan merelokasi bangunan-bangunan vital dan pusat penyelamatan ke wilayah yang diperkirakan tidak terjangkau tsunami.
Pemerintah Kota Kuroshio, yang berdasarkan simulasi berpotensi diterjang tsunami tertinggi, juga membangun menara-menara evakuasi dengan ketinggian 22 meter yang masing-masing dapat menampung 230 orang.
"Pemerintah juga memberikan subsidi untuk memperkuat bangunan agar tahan gempa dan mengadakan seminar untuk penduduk dan tukang bangunan," katanya.
Yang tidak kalah penting, masyarakat Jepang juga membangun upaya mitigasi bencana di tingkat terkecil, yaitu komunitas hingga keluarga dengan membuat kartu berisi catatan-catatan penting dan melakukan latihan evakuasi secara berkala.
https://www.google.com/amp/s/amp.suara.com/news/2019/08/01/081236/pernah-diterjang-gelombang-34-meter-begini-cara-jepang-hadapi-tsunami
Adam Samudra
Perubahan sosial akibat smartphone dan gempa di padang jambi
Faktor2 penyebab perubahan sosial
1. Faktor intern
A.penemuan baru
-penemuan baru berpengaruh pada berbagai bidang , co : penemuan radio menyebabkan perubahan dalam berbagai lembaga
-berpengaruh pada satu lembaga kemasyarakatan kemudian menjalar kpd lembaga kemasyarakatan lainnya
Co : penemuan pesawat membawa pengaruh terhadap metode peperangan
-beberapa penemuan baru mengakibatkan satu jenis perubahan
Co : penemuan mobil kereta menyebabkan banyak pusat kehidupan baru
B.bertambah atau berkurangnya penduduk
C.Terjadi pemberontakan / revolusi
D. Pertentangan dalam masyarakat
2.Faktor Ekstern
A. Bencana alam
B. Masuknya kebudayaan luar
C. Peperangan dengan negara lain
CONTOH AKIBAT FAKTOR INTERN
Pengaruh Perkembangan Smartphone Terhadap Interaksi Sosial Masyarakat Indonesia
Sejak pertengahan abad ke-20 hingga kini, dunia mengalami perkembangan teknologi yang sangat deras. Berbagai macam penemuan menghiasi kehidupan masyarakat modern. Keinginan dan ketidakpuasan merupakan salah satu faktor pendorong perubahan sosial terutama perkembangan teknologi. Dalam tesisnya Ogburn (Bertrand, 1967) menuliskan bahwa "Inovasi teknologi penting sebagai penyebab terjadinya perubahan, sedangkan bidang sosial dan kebidayaan cenderung tertinggal dengan inovasi-inovasi tersebut."
Ya, tentu saja perkataan beliau ini benar adanya, dapat kita amati dan rasakan bahwa apapun teknologi yang berbasis komunikasi akan cepat laku meskipun harus merogoh kocek yang cukup dalam. Disinilah sifat konsumtif mulai merajalela dan tak dapat terhindarkan. Sikap manusia yang pada dasarnya tidak pernah merasa puas menjadi pemicu utama munculnya konsumerisme ini.
di era sekarang ini siapa yang tidak mengenal Android?
tentu semua orang pernah mendengarnya bahkan menjadi sahabat setianya yang selalu dibawa kemanapun ia melangkah. mungkin termasuk Anda.
Android merupakan sistem operasi berbasis Linux yang diterapkan dalam HP touchscreen dan atau smartphone yang dibuat pada Oktober 2003 dan baru diresmikan pada tahun 2007.
Tercatat Indonesia merupakan Negara yang mengalami perubahan signifikan, dimana device berbasis Android mengambil alih penjualan Blackberry yang menyababkan penjualan Blackberry menurun 70%. Indonesia merupakan Negara di Asia Tenggara yang memiliki pasar smartphone terbesar dengan berhasil menjual lebih dari 4.5 juta device.
Penjualan smartphone di Indonesia meningkat sebanyak 56% dalam waktu 1 tahun terakhir dan 78% dari seluruh penjualan tersebuat adalah penjualan ponsel ber-fitur.
Lalu apa pengaruhnya bagi interaksi masyarakat?
Disadari atau tidak kemuculan smartphone ini sedikit dmi sedikit mengikis budaya tatap muka dan silaturahmi (bertemu secara fisik) di Indonesia. Masyarakat yang dulunya dikenal dengan masyarakat yang saling beranjangsana kini perlahan mulai berkurang seiring kemunculan alat-alat komunikasi canggih. Hal ini tidak bisa disalahkan. Kemajuan di bidang teknologi merupakan salah satu perubahan sosial yang tak dapat dihindari dan akan terjadi secara terus menerus.
Masyarakat modern bersilaturahmi dengan SMS, Telepon, Video Call, Line, Kakao Talk, WhatsApp, dsb. Ini dianggap cukup, namun bagaimanapun juga kehadiran fisik seseorang merupakan bentuk interaksi nyata yang dapat mempererat hubungan kita dengan orang-orang sekitar kita. jangankan dengan orang yang jauh, dengan teman atau keluarga yang jaraknya dekat pun terkadang kita tidak banyak melakukan interaksi, kita sibuk dengan ponsel masing-masing dan bahkan ada yang berkomunikasi lewat SMS atau aplikasi messenger lainnya. Miris. Namun kembali saya tegaskan bahwa tak dapat disalahkan. Hanya saja hal ini akan mengurangi harmonisasi dan interaksi yang dipandang dari segi psikologi dan sosiologi. Semua tergantung pada diri Anda masing-masing. Beradaptasi dengan perubahan yang ada memang penting, namun janganlah mendewakan media, gadget yang Anda miliki. Pergunakalah mata Anda untuk bertatap dengan mereka disekeliling Anda. Tersenyumlah secara langsung pada mereka, itu jauh lebih berarti daripada emoticon yang Anda berikan. Peluklah dengan hangat orang-orang yang Anda cintai. Berbicaralah secara langsung dengan mereka jangan selalu menjadikan ponsel anda sebagai mulut Anda. Karena kehadiran Anda berarti untuk orang-orang disekitar Anda.
(http://veronikadina.blogspot.com/2013/09/pengaruh-perkembangan-smartphone.html?m=1)
---------------------------------------
CONTOH AKIBAT FAKTOR EKSTERN
Analisis masalah sosial akibat gempa di Padang dan Jambi
Masalah sosial yang terjadi di Indonesia terutama di kota-kota setelah mengalami gempa sangatlah terasa. Rabu pekan terakhir September silam, tak terhitung bangunan di berbagai kota dan kabupaten di Ranah Minang, roboh. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa tektonik yang mengguncang Sumbar berkekuatan 7,6 skala Richter (SR). Pusat gempa berada pada 57 kilometer sebelah Barat Laut Pariaman, Sumbar, sedalam 71 kilometer di bawah permukaan laut.

Kerusakan bangunan di kota Padang dan Pariaman mencapai 80% dan yang terparah adalah kota Pariaman. Gempa tersebut merusak infrastruktur seperti rumah sakit, sekolah, sampai rumah - rumah warga. Sementara itu, para korban mengungsi ke daerah yang aman maupun posko yang telah disediakan pemerintah dan berbagai pihak dan mendirikan tenda sebagai tempat bernaung. Kondisi para pengungsi ini sangat memprihatinkan.

Setelah bantuan makanan, obat-obatan, dan pakaian, berbagai kebutuhan dan penanganan selanjutnya perlu segera dipenuhi. Di antaranya adalah pendidikan anak-anak, penanganan trauma khususnya bagi anak-anak , serta perbaikan rumah dan fasilitas umum. Selain kebutuhan langsung tersebut ada satu aspek yang efeknya tidak langsung dirasakan namun membahayakan jika dibiarkan. Yakni kesehatan lingkungan. Gempa besar itu turut merusak berbagai fasilitas lingkungan, seperti MCK, septic tank, saluran limbah, sumur, tempat pembuangan sampah, saluran air bersih, dan lainnya. Fasilitas ini dalam kondisi normal menjadi media yang menjamin kebersihan dan kesehatan suatu lingkungan. Tidak berfungsinya fasilitas ini dengan demikian akan mengkhawatirkan munculnya bermacam penyakit menular. Setiap tempat tinggal manusia membutuhkan fasilitas lingkungan. Dikarenakan setiap saat manusia itu menghasilkan limbah dan membutuhkan air bersih. Demikian pula pada tempat tinggal sementara penduduk pasca gempa di pengungsian. Beberapa hari pasca gempa berbagai penyakit mulai mengancam para pengungsi. Seperti diare, disentri, infeksi saluran pernafasan, demam berdarah, malaria, dan sebagainya. Tanpa penanganan kondisi ini tentu dapat memperparah penderitaan korban. Bahkan, menimbulkan korban baru. Mulai sakit hingga meninggal dunia. Karenanya, bersamaan dengan program tanggap darurat prioritas yang layak segera diperhatikan adalah tanggap lingkungan. Yaitu upaya-upaya yang dilakukan untuk menangani masalah lingkungan pasca bencana.
Berbagai bantuan dana mengalir dari berbagai lapisan masyarakat. Tapi yang perlu kita tahu adalah dana pelantikan tidak sebanding dengan dana bantuan gempa di Sumatera Barat. Angka pelantikan sebesar Rp 46 miliar lebih di atas dibandingkan dengan dana tanggap darurat gempa di Padang ternyata hampir seperlimanya. Menurut Menkeu, pemerintah mengeluarkan dana tanggap sebesar Rp 250 miliar. Dana ini diperkirakan cukup untuk membiayai tanggap darurat selama dua bulan. Empati perorangan memang penting. Tapi kesadaran secara kelembagaan di institusi wakil rakyat lebih dibutuhkan. Rp 46 miliar untuk 692 "wakil rakyat" yang hanya beberapa jam, berbanding dengan Rp 250 miliar untuk 200.000 korban gempa selama dua bulan. Hal itu seharusnya menjadikan para wakil rakyat introspeksi diri dengan mengutamakan kepentingan rakyat yang terkena gempa daripada untuk kesenangan segelintir orang saja.
(http://hanageoedu.blogspot.com/2011/12/analisis-masalah-sosial-akibat-gempa-di.html?m=1)