Minggu, 15 Desember 2019

Fwd: Perubahan sosial pasca bencana banjir pada kampung Cieunteung(Mahrus BR)



---------- Forwarded message ---------
From: Haqi 2002 <mahrusbaihaqi24@gmail.com>
Date: Mon, 16 Dec 2019, 02:23
Subject: Perubahan sosial pasca bencana banjir pada kampung Cieunteung(Mahrus BR)
To: <sosiologismaitnf.perubahan@blogger.com>


Perubahan sosial pasca bencana banjir pada masyarakat kampung Cieunteung

perilaku sosial menjadi kurang baik, masyarakatnya kurang peduli terhadap keadaan sesama. Aktifitas sosial dan keagamaan menjadi kadang-kadang dilakukan karena sebagian warganya mengungsi, sedangkan untuk sholat berjamaah di mesjid dan dalam mengikuti pengajian tidak pernah dilakukan karena mesjidnya masih dalam proses perbaikan akibat banjir. Mata pencaharian warga berubah menjadi wiraswasta 28%, pegawai swasta 46%, pegawai negeri 4%, serabutan 22% dan penghasilan warga pun menjadi kurang memenuhi kebutuhan keluarga. Dari segi lingkungan, perubahan terjadi dengan dipindahkannya gedung sekolah ke jalan Adipati Kertamanah Baleendah dan menjadi berkurangnya fasilitas yang dimiliki sekolah. Sumber : http://digilib.uinsgd.ac.id/911/

Perubahan sosial pasca bencana banjir pada kampung Cieunteung(Mahrus BR)

Perubahan sosial pasca bencana banjir pada masyarakat kampung Cieunteung

perilaku sosial menjadi kurang baik, masyarakatnya kurang peduli terhadap keadaan sesama. Aktifitas sosial dan keagamaan menjadi kadang-kadang dilakukan karena sebagian warganya mengungsi, sedangkan untuk sholat berjamaah di mesjid dan dalam mengikuti pengajian tidak pernah dilakukan karena mesjidnya masih dalam proses perbaikan akibat banjir. Mata pencaharian warga berubah menjadi wiraswasta 28%, pegawai swasta 46%, pegawai negeri 4%, serabutan 22% dan penghasilan warga pun menjadi kurang memenuhi kebutuhan keluarga. Dari segi lingkungan, perubahan terjadi dengan dipindahkannya gedung sekolah ke jalan Adipati Kertamanah Baleendah dan menjadi berkurangnya fasilitas yang dimiliki sekolah tersebut.

Muhammad Husein Taqiyuddin Rhayaan

Dinamika perubahan masyarakat aceh setelah tsunami 2004

 

Dinamika perubahan kehidupan masyarakat aceh setelah tsunami 2004

Akibat:

-          Masyarakat yang tadinya tertutup menjadi terbuka terhadap dunia luar

-          Ada beberapa tradisi adat yang hilang karena sarana tradisi yang hilang paa saat tsunami

-          Setelah tsunami bangunan menjadi lebih modern

 

 

https://danangpoldjatimgroup.wordpress.com/2017/04/11/perubahan-sosial-budaya-masyarakat-aceh-sebelum-dan-sesudah-tsunami/

Muhammad Husein Taqiyuddin Rahayaan


Dinamika perubahan kehidupan masyarakat lereng merapi setelah erupsi 2010

DANENDRA PRIMO ADIL 
perubahan sosial

Dinamika perubahan kehidupan masyarakat lereng merapi setelah erupsi 2010
akibat:
- Masyarakat yg tadinya tertutup menjadi terbuka terhadap dunia luar
-Ada beberapa tradisi adat yg hilang karna sarana tradisi yg hilang saat erupsi
-Setelah erupsi bangunan menjadi lebih modern

https://hmgf.fmipa.ugm.ac.id/2015/12/18/dinamika-perubahan-kehidupan-masyarakat-lereng-merapi-sebelum-dan-setelah-erupsi-2010/

Perubahan sosial di masyarakat kota jakarta

Perubahan ini terjadi dikarenakan kemajuan teknologi internet

Keberadaan manusia kini telah dianggap sebagai alat dan kehilangan sisi kemanusiaan. Dia tidak lagi menentukan dirinya merdeka karena dirinya sangat tergantung pada mesin. Itulah sebabnya, kini marak manusia menciptakan hoaks dan aneka kebohongan.
Perubahan yg terjadi:
"Penyebabnya, karena manusia mampu menyembunyikan identitas dirinya di dunia maya," kata Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Antonius Benny Susetyo dalam kegiatan Seminar Nasional bertajuk "Perubahan Lingkungan dan Dinamika Komunikasi Kontemporer", yang diselenggarakan Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Tarumanagara di jakarta


M Ihsan zuhdi Imran
12 ips 1

PERUBAHAN SOSIAL DI KAMPUNG CIENTEUNG

Perubahan sosial pasca bencana banjir

Perubahan yang terjadi: Setelah terjdinya banjir terdapat perubahan pada pola hidup sosial akibat bencana banjir yang mencakup: perilaku sosial menjadi kurang baik, masyarakatnya kurang peduli terhadap keadaan sesama. Aktifitas sosial dan keagamaan menjadi kadang-kadang dilakukan karena sebagian warganya mengungsi, sedangkan untuk sholat berjamaah di mesjid dan dalam mengikuti pengajian tidak pernah dilakukan karena mesjidnya masih dalam proses perbaikan akibat banjir.

Sumber: digilib.uinsgd.ac.id › ...
Web results
Perubahan sosial pasca bencana banjir pada masyarakat kampung Cieunteung: penelitian ...
Ariq majid 12 IPS 1

PERUBAHAN SOSIAL DI KAMPUNG CIENTEUNG

Perubahan sosial pasca bencana banjir

Perubahan yang terjadi: Setelah terjdinya banjir terdapat perubahan pada pola hidup sosial akibat bencana banjir yang mencakup: perilaku sosial menjadi kurang baik, masyarakatnya kurang peduli terhadap keadaan sesama. Aktifitas sosial dan keagamaan menjadi kadang-kadang dilakukan karena sebagian warganya mengungsi, sedangkan untuk sholat berjamaah di mesjid dan dalam mengikuti pengajian tidak pernah dilakukan karena mesjidnya masih dalam proses perbaikan akibat banjir.

Sumber : digilib.uinsgd.ac.id › ...
Web results
Perubahan sosial pasca bencana banjir pada masyarakat kampung Cieunteung: penelitian ...

Sabtu, 14 Desember 2019

Perubahan sosial di desa karena kemajuan teknologi

Perubahan sosial di desa karena kemajuan teknologi

Desa, merupakan suatu lingkup tradisional yang sangat mengikuti leluhurnya namun semenjak teknologi memasuki kehidupan dalam desa, maka terjadi perubahan sosial dalam desa

Contoh:
1. Masuknya gadget ke dalam suatu kehidupan desa membuat hilangnya sifat sifat tradisional dalam kehidupan di desa tersebut
2. Masuknya internet dalam desa juga sangat mempengaruhi
3. Memudarnya ketradisionalan dalam desa karena kemajuan teknologi yang memasuki kehidupan indonesia

Maka dari itu desa yang sudah mengenal teknologi mungkin dapat berubah menjadi tidak tradisional lagi dan kemajuan telknologi memiliki dampak positif atau negatif maka dari itu terjadi perubahan sosial dalam desa.



Faishal Fatahillah
XII IPS 1

Perubahan Sosial di Dusun Gunung Lemah

Perubahan karena faktor Bencana alam yaitu letusan Gunung Merapi
 
Perubahan yang terjadi

Positif : 
- Usaha Depo pasir dan Batu bermunculan karena akibat material yang terbawa keluar oleh letusan gunung
-Supir atau pemilik jasa truk untuk mengangkut material
-Usaha warung makan bermunculan untuk memenuhi kebutuhan stamina dan tenaga para penambang

Negatif:
-Rusaknya infrastruktur warga, ratusan bahkan ribuan warga kehilangan tempat tinggal dan terpaksa mengungsi
-Lahan pertanian tertutup bahan material

Mohammad Bramasto 12IPS1 

Perubahan sosial dalam masyarakat. Ada 2 : yang direncanakan dan tidak rencanakan, yang direncanakan = direncanakan oleh pihakpihak terntentu, yang tidak direncanakan = perubahan yang tidak dikehendaki Dampaknya ada 2 : besar dan kecil. Sumber: https://www.kompasiana.com › ... Web results Perubahan Sosial di Masyarakat - Kompasiana.com

Perubahan sosial masyarakat di dekat gunung merapi

Gunung Merapi, sebagai gunung berapi aktif di provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta telah menghadirkan keunikan tersendiri bagi masyarakat luar. Masyarakatnya seakan mampu bersahabat dengan Sang Gunung, yang dianggap memakmurkan mereka, melalui kekayaan alam yang diberikan. Berbagai kearifan lokal berkembang di lingkungan Merapi, yang juga dipengaruhi oleh kehadiran juru kunci Sang Gunung, „Mbah Marijan‟.

Harmonisasi ini mulai sedikit terusik oleh aktivitas erupsi Merapi 2010 lalu. Perubahan inilah yang akan dibahas dalam penelitian ini, melalui pengumpulan data sekunder dan telaah pustaka dari beberapa jurnal. Penelitian ini dilakukan untuk membahas dan menggambarkan perilaku masyarakat yang hidup berdampingan dengan Merapi sebelum dan setelah erupsi, kemudian dikerucutkan pada perbandingan aktivitas dan anggapan sosial yang berkembang sebelum dan setelah erupsi terlebih ketika Mbah Maridjan wafat.

Penelitian memperlihatkan bahwa segi sosial, tradisi, kondisi fisik dan ekonomi serta pariwisata. Dari segi sosial, masyarakat yang awalnya cenderung tertutup terhadap pemberitaan luar dengan hidup berkelompok di sekitar lereng, menunjukkan perubahan setelah erupsi, dimana masyarakat lebih peduli terhadap pemberitaan dunia luar. Tradisi yang berlangsung mulai dari sebelum erupsi, tetap dilakukan oleh masyarakat merapi sampai saat ini. namun ada beberapa tradisi adat yang dihilangkan karena hilangnya sarana akibat erupsi. Pembangunan sarana dan prasarana yang seadanya, saat pra erupsi, mulai sedikit modern pasca erupsi. Hal ini karena banyak prasarana yang dibangun pemerintah. Dari segi ekonomi, dimana masyarakat yang awalanya hanya bercocok tanam, waktu pra erupsi, berubah alih menjadi lebih memajukan pariwisata, tanpa mengesampingkan tugas bercocok tanam nya


1. Perubahan karena bencana alam

2. Peeubahan yang terjadi adalah adanya modernisasi yang terjadi pasca erupsi merapi, dikarenakan oleh sarana yang dibangun pemerintah untuk menambah ekonomi masyarakat. Seperti awalnya yang hanya berfokus pada cocok tanam namun sekarang mulai membangun sarana parawisata untuk turis domestik maupun asing

3.Link: : https://hmgf.fmipa.ugm.ac.id/2015/12/18/dinamika-perubahan-kehidupan-masyarakat-lereng-merapi-sebelum-dan-setelah-erupsi-2010/

Muhammad Ferdiansyah

xii ips 1

Senin, 09 Desember 2019

perubahan sosial di aceh

perubahan sosial di aceh terjadi karena tsunami yg terjadi pada tahun 2006

tsunami itu meyebabkan kasus kriminalitas, intimidasi, dan kekacauan di aceh berhenti. dan sebaliknya terjadi keharmonisasian antar penduduk. dan juga bangunan yang hancur di rekontruksi oleh lembaga internasional

AZRI SAFFA ABYAN XII IPS 1

Fikri Jamal XII IPS 1


Perubahan Sosial di Desa Candra Kencana

Karena interaksi sosial yang terjadi setelah adanya transmigrasi umum pada desa Candra Kencana.
Memperbaiknya komposisi penduduk, keadaan ekonomi, maupun teknologi.

Perubahan Sosial Akibat meletus Gn Sinabung

Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera utara, kembali meletus pada Senin (19/2/2018), sekitar pukul 08.53 WIB. Tinggi letusan diperkirakan mencapai 5.000 meter dari puncak Gunung Sinabung. Menyusul letusan tersebut, awan panas meluncur mencapai jarak 4,9 km ke arah sektor selatan-tenggara dan 3,5 km ke arah timur-tenggara. Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dampak dari awan panas ini terpantau masih berada di kawasan yang disterilkan. Setelah itu debu vulkanik terbang ke arah barat sesuai tiupan angin. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Karo mencatat ada lima kecamatan yang terpapar debu vulkanik Gunung Sinabung antara lain Kecamatan Tiga Nderket, Payung, Munthe, Lau Balang, dan Namanteran. Kecamatan paling terdampak debu vulkanik ini terjadu di Kecamatan Tiga Nderket dan Kecamatan Payung. "Di dua kecamatan itu, hampir semua desa diterpa debu vulkanik," kata Kabid Kedaruratan BPBD Karo, Natanail Peranginangin seperti dikabarkan Antara. Dampak letusan Gunung Sinabung juga terjadi di Desa Juta Rakyat, Kecamatan Namanteran. Di daerah itu terjadi hujan kerikil yang menimpa rumah warga ketika erupsi berlangsung. Hujan kerikil tersebut menyebabkan sebagian besar warga keluar desa untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. "Namun kini sudah berhenti dan warga sudah kembali ke desanya," ujar Natanail. Namun Asisten 1 Pemkab Karo Siang Karokaro mengatakan letusan Gunung Sinabung tidak berdampak terhadap kepariwisataan di daerah itu meski sempat timbul akibat awan gelap akibat banyaknya tebaran debu vulkanik pascaerupsi. "Hingga menjelang pukul 11.00 WIB, sempat agak gelap," kata Siang.

Akibat: keseharian masyarakat desa tersendat karena ada nya debu yang tebal. Mata pencaharian pertanian pun menjadi mati karena tertutup debu

 

Perubahan terjadi karena ada nya bencana alam letusan gunung ap

ihttps://tirto.id/dampak-letusan-gunung-sinabung-pada-19-februari-2018-cE3J

 

Hafuza Anandio

 

 

Minggu, 08 Desember 2019

Tugas perubahan di desa x

TELEPON GENGGAM DAN PERUBAHAN SOSIAL
Studi Kasus Dampak Negatif Media Komunikasi dan Informasi Bagi Anak-Anak
di Kelurahan Bobosan Purwokerto Kabupaten Banyumas


Prolog:
Pada saat ini, negara – negara maju telah menciptakan dan mengembangkan suatu teknologi yang disebut dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi(TIK). Teknologi ini diharapkan dapat berguna bagi masyarakat dunia dapat mengakses informasi secara cepata dan tepat. Hal ini berdampak pada pula pada negara – negara disekitarnya, baik negara berkembang maupn negara maju. Di Indonesia sendiri TIK telah berkembang, baik kalangan menengah ke atas sampai kalangan menegah ke bawah bisa mengakses TIK melalui berbagai media online. Namun, seiring berkembangan TIK, hal ini mulai merubah sikap ataupun perilaku masyarakat, baik social maupun psikis. Pada hari ini saya aka menjelaskan perubahan yang terjadi pada suatu masyarakat di Kelurahan Bobosan Purwokerto Kabupaten Banyumas yang saya kutip dari jurnal ilmiah seseorang yang telah melakukan penelitian tersebut.

Inti Materi:
Faktor Perubahan:
Adanya penemuan baru yang bernama TIK
Keinginan masyarakat untuk mendapatkan informasi secara instan
Sikap terbuka masyarakat terhadap hal baru
Tingkat kebutuhan masyarakat akan informasi yang banyak
System Pendidikan formal yag maju
Perubahan yang terjadi pasca berkembangnya TIK
Orang tua semakin berhati – hati dan perhatian kepada anaknya agar tidak membuka informasi yang tidak berguna pada telephone genggam mereka
Perilaku anak yang cenderung individualis, bertindak semaunya sendiri dan bersikap acuh pada dunia sekitarnya.
Rusaknya pikiran anak – anak akibat mengakses situs – situs yang berbau pornografi.
Penutup
Menimbang perubahan perilaku dan adanya faktor yang menyebabkan hal – hal diluar sana menjadi mudah diakses dan menyebabkan suatu kerusakan pada mental – mental anak – anak dan pemuda. Saya sarankan agar mengurangi waktu bermain Telephone genggam dan terus mengedukasikan kepada anak – anak sejak usia dini agar bijak dalam menggunakan teknologi dan bagi orang tua agar terus memrhatikan anaknya agar anak – anak kita, penerus bangsa kita dapat membangun negeri kita ini menjadi lebih baik. 

Referensi:

Tugas sosio Achmad ilmizufar

Faktor penyebab perubahan sosial :
1. Perubahan masyarakat karena penemuan baru,
2. Contoh perubahan masyarakat yang terjadi :

• Perubahan masyarakat karena penemuan handphone, handphone memiliki dampak yang sangat besar terhadap masyarakat ada dampak negatif dan positif:
• Dampak negatifnya adalah masyarakat bisa kurang peduli dengan lingkungan karena terlalu fokus dengan handphone, masyarakat jadi bergantung dengan teknologi dengan aktivitas sehari-hari, dan lupa waktu.
• Dampak positifnya adalah masyarakat bisa mendapatkan informasi dengan cepat dan mudah karena adanya handphone dan koneksi internet, masyarakat bisa berdagang melalui handphone mereka, dan masyarakat bisa menjalin silatuhrahim dengan saudaranya yang berada di luar pulau ataupun luar negeri.
Jadi, kesimpulannya baik atau buruknya handphone itu tergantung dengan penggunaannya. Jika kita menggunakannya dengan baik maka akan berdampak baik tapi jika kita menggunakannya dengan buruk maka akan berdampak buruk.

Senin, 14 Oktober 2019

Penemuan Baru_Omar Dzaki_XII IPS 1

PENEMUAN BARU
     Penemuan baru merupakan salah satu faktor internal penyebab perubahan sosial. Pengaruh penemuan baru dalam kebudayaan jasmaniah atau kebendaan pada masyarakat bermacam macam.
     Salah satunya adalah penemuan pesawat radio sebagai alat komunikasi. Semenjak ditemukannya pesawar radio, terdapat perubahan sosial dalam bidang komunikasi yaitu membantu proses interaksi sosial bidang pendidikan, pemerintahan, dan perekonomian menjadi lebih mudah karena ditemukannya pesawar radio sebagai alat komunikasi.



Minggu, 13 Oktober 2019

perubahan sosial di desa Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar

Perubahan tersebut disebabkan dengan adanya *Bencana Alam*Alasan mengapa bencana alam / peristiwa alam mampu menyebabkan terjadinya perubahan sosial ialah, karena dengan adanya bencana alam / peristiwa alam, notabene hasil yang ditimbulkan adalah kerusakan, baik dari segi kerusakan infrastruktur bangunan, maupun kerusakan dari segi psikis korban. Tak jarang pula bencana alam mampu menyebabkan korban jiwa.

Walaupun pernah diterjang bencana tsunami 15 tahun lalu, hingga menghancurkan bangunan tempat tinggal dan berbagai infrastruktur lainnya. Desa Blang Krueng mampu bangkit menata kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan sosialnya melalui perubahan sosial

Salah satu wujud nyatanya yakni dengan membangun Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) yang menjadi pusat penanaman karakter anak .  Hal ini menjadi salah satu penunjang perubahan sosial, menjadikan harapan dan impian terbesar warga setempat pasca tsunami. Tentu hal ini menjadi titik awal yang pada saat itu , desa blang krueng belum memiliki sarana pendidikan.

Selain itu, warganya yang masih mampu secara ekonomi membuat para orang tua kesulitan untuk membiayai pendidikan anak - anak. Sehingga banyak sekolah lain yang memprioritaskan siswa setempat yang lebih bercukupan.

Hingga sampai saat ini , terdapat sekitar 25 guru yang menjadi tenaga mengajar dan 185 murid di sekolah. Selain membuka ruang belajar bagi putra dan putri daerah Blang Krueng.l, Sekolah ini juga membuka lapangan kerja bagi para sarjana Blang Krueng untuk mengabdikan dirinya dalam membentuk generasi penerus bangsa. Sarana tersebut memberikan kesejahteraan masyarakat dalam mengatasi penggangguran pada desa Blang Krueng.


Nama : Muhammad Akeno JH / XII IPS1

Perubahan akibat penemuan smartphone dan perubahan akibat gempa di Padang jambi

Perubahan akibat smartphone
Penyebab : karena penemuan baru smartphone
Akibat :
mengikis budaya tatap muka
-orang jauh terasa dekat tapi orang yang dekat kita malah jadi jauh
-informasi jadi sangat mudah didapat

Perubahan sosial akibat gempa di padang jambi
Penyebab : bencana alam berupa gempa di padang jambi
Akibat : 
-Warga padang dan jambi memiliki jenis pekerjaan baru
-kualitas pendidikan menurun akibat anak2 kehilangan sekolah
-rusaknya infrastruktur menyebabkan warga mengungsi


MUHAMMAD RIZKIANDRA XII IPS I

Perubahan sosial di Jerman

Perubahan sosial terjadi karena Perang Dunia 2

Terbelahnya Jerman menjadi Jerman Timur (komunis) dan Jerman Barat (liberal), karena Jerman kalah dari sekutu dan menyebabkan pembagian kekuasaan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. 

Karena itu, kehidupan sosial warga Jerman menjadi sangat berubah. Rakyat Jerman Timur hidup dalam ekonomi yang sangat tidak bagus karena pengaruh ekonomi sosialis. Namun sebaliknya, Rakyat Jerman Barat memiliki kondisi ekonomi yang cenderung lebih baik karena menganut ekonomi kapitalis. 

Selain masalah ekonomi, mereka juga banyak yang terpisah dari keluarganya. Karena itu hidup mereka seakan berbalik 180°.



Muhammad Atalla Harimurti 

Perubahan Sosial didorong oleh penemuan baru

Perubahan Sosial dalam Masyarakat pendorongnya yaitu:

Perubahan masyarakat karena adanya penemuan-penemuan baru

Karena hal itu bisa menyebabkan terjadinya perubahan. Seperti alat, gagasan, rangkaian ciptaan dsb. Penemuan ini dapat di sebut juga discovery yang pasti memerlukan waktu yang lama. 
Penemuan yang sudah diterima oleh masyarakat disebut invention. Penemuan baru juga diakibatkan oleh:
1. Kesadaran individu masy. Dalam kesadaran dgn keterbatasan fungsi nilai kebudayaan
2. Kualitas SDM utk mengolah sumber daya dan teknologi
3. Muncul rangsangan utk meningkatkan efektivitas dan efisiensi jam kerja dlm masy.


Rifat Noor

Perubahan Sosial Di Masyarakat Indonesia

Perubahan Sosial Dari Pengaruh MEDSOS di Indonesia

dampak buruk
dari media sosial adalah
menjauhkan orang-orang yang
sudah dekat dan sebaliknya,
interaksi secara tatap muka
cenderung menurun, membuat
orang-orang menjadi kecanduan
terhadap internet, menimbulkan
konflik, masalah privasi, rentan
terhadap pengaruh buruk orang lain.

Sumber :

~ M.Naufal Alhilmy ~

PERUBAHAN GAYA HIDUP_brian kerta raharja_XII IPS 1

PERUBAHAN GAYA HIDUP
Penyebab :
     Bisa dari faktor internal dan eksternal. Dari segi internal penyebabnya yaitu kepribadian, karena dari kepribadian diri seorang masyarakat menentukan perilakunya masing masing.
     Kalau dari segi eksternal penyebabnya yaitu kelas sosial, karena dari kelas sosial suatu pribadi seorang masyarakat dibentuk dan melalui kelas sosial tersebut perubahan gaya hidup dapat terjadi.


Peubahan Sosial Di kelurahan Bobosan, Purwekrto


Perubahan sosial di Borneo

Perubahan karena faktor Penemuan-penemuan Baru

Penemuan baru  dapat memengaruhi perubahan sosial.

Contoh : Seorang pemuda di pelosok Borneo tinggal di sebuah bukit bersama orang tuanya yang sudah renta. Bukit tersebut gersang, kekurangan air dan dihuni oleh sekitar 50 kepala keluarga. Untuk memenuhi kebutuhan air, pemuda tersebut harus nyangking sebuah ember naik turun bukit sejauh 10 km. Setiap hari pemuda tersebut harus berebut dengan warga lain yang juga membutuhkan air untuk mandi dan minum. Dalam sehari pemuda tersebut hanya mampu bolak balik 5 kali karena kelelahan. Suatu hari, ia melihat anak kecil main mobil-mobilan yang rodanya terbuat dari kayu sengon yang dipotong rata. Lalu, pemuda itu punya ide membuat mobil-mobilan besar yang rodanya dari kayu besar. Mobil-mobilan itu sangat besar sehingga bisa digunakan untuk mengangkut air 10 ember sekali angkat. Pemuda itu memberi nama mainannya gerobak. Para tetangga melihat betapa efisiennya pemuda itu mengangkut air dengan gerobak. Beberapa hari kemudian semua warga di bukit itu menggunakan gerobak. 


Nama: Izzudin Ahmad F

Perubahan sosial di Desa indonesia

Faktor penyebab perubahan sosial :
1. Perubahan masyarakat karena penemuan baru,
2. Contoh perubahan masyarakat yang terjadi :

• Perubahan masyarakat karena penemuan handphone, handphone memiliki dampak yang sangat besar terhadap masyarakat ada dampak negatif dan positif:
• Dampak negatifnya adalah masyarakat bisa kurang peduli dengan lingkungan karena terlalu fokus dengan handphone, masyarakat jadi bergantung dengan teknologi dengan aktivitas sehari-hari, dan lupa waktu.
• Dampak positifnya adalah masyarakat bisa mendapatkan informasi dengan cepat dan mudah karena adanya handphone dan koneksi internet, masyarakat bisa berdagang melalui handphone mereka, dan masyarakat bisa menjalin silatuhrahim dengan saudaranya yang berada di luar pulau ataupun luar negeri.
Jadi, kesimpulannya baik atau buruknya handphone itu tergantung dengan penggunaannya. Jika kita menggunakannya dengan baik maka akan berdampak baik tapi jika kita menggunakannya dengan buruk maka akan berdampak buruk.

Fikri Jamal Bencana Alam

 Bencana banjir yang terjadi di Kampung Cieunteung Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung pada bulan Januari tahun 2010 merupakan banjir yang sangat parah, mengakibatkan beberapa rumah hancur dan sarana-sarana umum rusak parah, sehingga kondisi sosial masyarakat kampung Cieunteung setelah terjadinya banjir mengalami perubahan. Pada prinsipnya perubahan pada masyarakat merupakan suatu proses yang terus menerus. Adapun perubahan-perubahan pada satu aspek akan mempengaruhi perubahan pada aspek yang lain.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kondisi sosial masyarakat kampung Cieunteung Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung setelah terjadinya banjir, dan untuk mengetahui penanggulangan dari pemerintah terhadap korban bencana banjir pada masyarakat Kampung Cieunteung Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung.Penelitian ini dilaksanakan dengan menentukan lokasi yaitu di Kampung Cieunteung Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, dengan menggunakan metode komparatif. Adapun data yang dikumpulkan menggunakan langkah-langkah penelitiannya adalah menentukan metode, sumber data, jenis data, tehnik pengumpulan data yang meliputi wawancara, observasi, angket dan studi kepustakaan serta tehnik analisis data.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut: Sebelum terjadinya banjir, perilaku sosial yang mencakup komunikasi dan rasa kepedulian terjalin dengan baik, masyarakat peduli terhadap keadaan sesama. Aktifitas sosial dan keagamaan yang mencakup intensitas masyarakat dalam melakukan kerja bakti, ronda, sholat berjamaah di mesjid, mengikuti pengajian sering dilakukan oleh warga kampung Cieunteung. Mata pencaharian warga adalah sebagai berikut: wiraswasta 38%, pegawai swasta 48%, pegawai negeri 4%, dan serabutan 10%. Terdapat 2 gedung sekolah yaitu SDN Mekarsari dan TK yang memiliki fasilitas cukup memadai. Setelah terjdinya banjir terdapat perubahan pada pola hidup sosial akibat bencana banjir yang mencakup: perilaku sosial menjadi kurang baik, masyarakatnya kurang peduli terhadap keadaan sesama. Aktifitas sosial dan keagamaan menjadi kadang-kadang dilakukan karena sebagian warganya mengungsi, sedangkan untuk sholat berjamaah di mesjid dan dalam mengikuti pengajian tidak pernah dilakukan karena mesjidnya masih dalam proses perbaikan akibat banjir. Mata pencaharian warga berubah menjadi wiraswasta 28%, pegawai swasta 46%, pegawai negeri 4%, serabutan 22% dan penghasilan warga pun menjadi kurang memenuhi kebutuhan keluarga. Dari segi lingkungan, perubahan terjadi dengan dipindahkannya gedung sekolah ke jalan Adipati Kertamanah Baleendah dan menjadi berkurangnya fasilitas yang dimiliki sekolah tersebut. Sedangkan penaggulangan dari pemerintah berupa pembagian uang, sembako, pengobatan gratis, air layak untuk minum, pembuatan Rumah Susun Sederhana Sewa bagi korban banjir di Baleendah.

Re: Perubahan sosial akibat smartphone dan gempa di padang jambi

Perubahan sosial akibat smartphone
-mengikis budaya tatap muka
-orang jauh terasa dekat tapi orang yang dekat kita malah jadi jauh
-informasi jadi sangat mudah didapat


Perubahan sosial akibat gempa di padang jambi
-pendidikan menurun
-profesi masyarakat hilang
-rusaknya infrastruktur
-tempat tinggal hilang / rusak
-masyarakat menjadi saling bahu membahu

On Mon, Oct 14, 2019, 11:18 Muhammad rizkiandra <rizkiandra2002@gmail.com wrote:



Faktor2 penyebab perubahan sosial
1. Faktor intern
A.penemuan baru
-penemuan baru berpengaruh pada berbagai bidang , co : penemuan radio menyebabkan perubahan dalam berbagai lembaga
-berpengaruh pada satu lembaga kemasyarakatan kemudian menjalar kpd lembaga kemasyarakatan lainnya
Co : penemuan pesawat membawa pengaruh terhadap metode peperangan
-beberapa penemuan baru mengakibatkan satu jenis perubahan
Co : penemuan mobil kereta menyebabkan banyak pusat kehidupan baru
B.bertambah atau berkurangnya penduduk
C.Terjadi pemberontakan / revolusi
D. Pertentangan dalam masyarakat

2.Faktor Ekstern
A. Bencana alam
B. Masuknya kebudayaan luar
C. Peperangan dengan negara lain

CONTOH AKIBAT FAKTOR INTERN

Pengaruh Perkembangan Smartphone Terhadap Interaksi Sosial Masyarakat Indonesia

Sejak pertengahan abad ke-20 hingga kini, dunia mengalami perkembangan teknologi yang sangat deras. Berbagai macam penemuan menghiasi kehidupan masyarakat modern. Keinginan dan ketidakpuasan merupakan salah satu faktor pendorong perubahan sosial terutama perkembangan teknologi. Dalam tesisnya Ogburn (Bertrand, 1967) menuliskan bahwa "Inovasi teknologi penting sebagai penyebab terjadinya perubahan, sedangkan bidang sosial dan kebidayaan cenderung tertinggal dengan inovasi-inovasi tersebut."

Ya, tentu saja perkataan beliau ini benar adanya, dapat  kita amati dan rasakan bahwa apapun teknologi yang berbasis komunikasi akan cepat laku meskipun harus merogoh kocek yang cukup dalam. Disinilah sifat konsumtif mulai merajalela dan tak dapat terhindarkan. Sikap manusia yang pada dasarnya tidak pernah merasa puas menjadi pemicu utama munculnya konsumerisme ini.

di era sekarang ini siapa yang tidak mengenal Android?

tentu semua orang pernah mendengarnya bahkan menjadi sahabat setianya yang selalu dibawa kemanapun ia melangkah. mungkin termasuk Anda.

Android merupakan sistem operasi berbasis Linux yang diterapkan dalam HP touchscreen dan atau smartphone yang dibuat pada Oktober 2003 dan baru diresmikan pada tahun 2007. 

Tercatat Indonesia merupakan Negara yang mengalami perubahan signifikan, dimana device berbasis Android mengambil alih penjualan Blackberry yang menyababkan penjualan Blackberry menurun 70%. Indonesia merupakan Negara di Asia Tenggara yang memiliki pasar smartphone terbesar dengan berhasil menjual lebih dari 4.5 juta device.

Penjualan smartphone di Indonesia meningkat sebanyak 56% dalam waktu 1 tahun terakhir dan 78% dari seluruh penjualan tersebuat adalah penjualan ponsel ber-fitur. 

Lalu apa pengaruhnya bagi interaksi masyarakat?

Disadari atau tidak kemuculan smartphone ini sedikit dmi sedikit mengikis budaya tatap muka dan silaturahmi (bertemu secara fisik) di Indonesia. Masyarakat yang dulunya dikenal dengan masyarakat yang saling beranjangsana kini perlahan mulai berkurang seiring kemunculan alat-alat komunikasi canggih. Hal ini tidak bisa disalahkan. Kemajuan di bidang teknologi merupakan salah satu perubahan sosial yang tak dapat dihindari dan akan terjadi secara terus menerus.

Masyarakat modern bersilaturahmi dengan SMS, Telepon, Video Call, Line, Kakao Talk, WhatsApp, dsb. Ini dianggap cukup, namun bagaimanapun juga kehadiran fisik seseorang merupakan bentuk interaksi nyata yang dapat mempererat hubungan kita dengan orang-orang sekitar kita. jangankan dengan orang yang jauh, dengan teman atau keluarga yang jaraknya dekat pun terkadang kita tidak banyak melakukan interaksi, kita sibuk dengan ponsel masing-masing dan bahkan ada yang berkomunikasi lewat SMS atau aplikasi messenger lainnya. Miris. Namun kembali saya tegaskan bahwa tak dapat disalahkan. Hanya saja hal ini akan mengurangi harmonisasi dan interaksi yang dipandang dari segi psikologi dan sosiologi. Semua tergantung pada diri Anda masing-masing. Beradaptasi dengan perubahan yang ada memang penting, namun janganlah mendewakan media, gadget yang Anda miliki. Pergunakalah mata Anda untuk bertatap dengan mereka disekeliling Anda. Tersenyumlah secara langsung pada mereka, itu jauh lebih berarti daripada emoticon yang Anda berikan. Peluklah dengan hangat orang-orang yang Anda cintai. Berbicaralah secara langsung dengan mereka jangan selalu menjadikan ponsel anda sebagai mulut Anda. Karena kehadiran Anda berarti untuk orang-orang disekitar Anda.

(http://veronikadina.blogspot.com/2013/09/pengaruh-perkembangan-smartphone.html?m=1)

---------------------------------------

CONTOH AKIBAT FAKTOR EKSTERN

Analisis masalah sosial akibat gempa di Padang dan Jambi

Masalah sosial yang terjadi di Indonesia terutama di kota-kota setelah mengalami gempa sangatlah terasa.  Rabu pekan terakhir September silam, tak terhitung bangunan di berbagai kota dan kabupaten di Ranah Minang, roboh. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa tektonik yang mengguncang Sumbar berkekuatan 7,6 skala Richter (SR). Pusat gempa berada pada 57 kilometer sebelah Barat Laut Pariaman, Sumbar, sedalam 71 kilometer di bawah permukaan laut.

Kerusakan  bangunan di kota Padang dan Pariaman mencapai 80% dan yang terparah adalah kota Pariaman. Gempa tersebut merusak infrastruktur seperti rumah sakit, sekolah, sampai rumah - rumah warga. Sementara  itu, para korban mengungsi ke daerah yang aman maupun posko yang telah disediakan pemerintah dan berbagai pihak dan mendirikan tenda sebagai tempat bernaung. Kondisi para pengungsi ini sangat memprihatinkan.


Setelah bantuan makanan, obat-obatan, dan pakaian, berbagai kebutuhan dan penanganan selanjutnya perlu segera dipenuhi. Di antaranya adalah pendidikan anak-anak, penanganan trauma khususnya bagi anak-anak , serta perbaikan rumah dan fasilitas umum. Selain kebutuhan langsung tersebut ada satu aspek yang efeknya tidak langsung dirasakan namun membahayakan jika dibiarkan. Yakni kesehatan lingkungan. Gempa besar itu turut merusak berbagai fasilitas lingkungan, seperti MCK, septic tank, saluran limbah, sumur, tempat pembuangan sampah, saluran air bersih, dan lainnya. Fasilitas ini dalam kondisi normal menjadi media yang menjamin kebersihan dan kesehatan suatu lingkungan. Tidak berfungsinya fasilitas ini dengan demikian akan mengkhawatirkan munculnya bermacam penyakit menular. Setiap tempat tinggal manusia membutuhkan fasilitas lingkungan. Dikarenakan setiap saat manusia itu menghasilkan limbah dan membutuhkan air bersih. Demikian pula pada tempat tinggal sementara penduduk pasca gempa di pengungsian. Beberapa hari pasca gempa berbagai penyakit mulai mengancam para pengungsi. Seperti diare, disentri, infeksi saluran pernafasan, demam berdarah, malaria, dan sebagainya. Tanpa penanganan kondisi ini tentu dapat memperparah penderitaan korban. Bahkan, menimbulkan korban baru. Mulai sakit hingga meninggal dunia. Karenanya, bersamaan dengan program tanggap darurat prioritas yang layak segera diperhatikan adalah tanggap lingkungan. Yaitu upaya-upaya yang dilakukan untuk menangani masalah lingkungan pasca bencana.

Berbagai bantuan dana mengalir dari berbagai lapisan masyarakat. Tapi yang perlu kita tahu adalah dana pelantikan tidak sebanding dengan dana bantuan gempa di Sumatera Barat. Angka pelantikan sebesar Rp 46 miliar lebih di atas dibandingkan dengan dana tanggap darurat gempa di Padang ternyata hampir seperlimanya. Menurut Menkeu, pemerintah mengeluarkan dana tanggap sebesar Rp 250 miliar. Dana ini diperkirakan cukup untuk membiayai tanggap darurat selama dua bulan. Empati perorangan memang penting. Tapi kesadaran secara kelembagaan di institusi wakil rakyat lebih dibutuhkan. Rp 46 miliar untuk 692 "wakil rakyat" yang hanya beberapa jam, berbanding dengan Rp 250 miliar untuk 200.000 korban gempa selama dua bulan. Hal itu seharusnya menjadikan para wakil rakyat introspeksi diri dengan mengutamakan  kepentingan rakyat yang terkena gempa daripada untuk kesenangan segelintir orang saja.

(http://hanageoedu.blogspot.com/2011/12/analisis-masalah-sosial-akibat-gempa-di.html?m=1)

Perubahan sosial di indonesia

Perubahan perilaku masyarakat yangdisebabkan oleh faktor media massa

Lahirnya media sosial menjadikan pola perilaku masyarakat mengalami pergeseran baik budaya, etika dan norma yang ada.


M.Arsyad Rafiddin


Perubahan sosial di Jerman

Perubahan sosial terjadi karena Perang Dunia 2

Terbelahnya Jerman menjadi Jerman Timur (komunis) dan Jerman Barat (liberal), karena Jerman kalah dari sekutu dan menyebabkan pembagian kekuasaan antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. 

Usamah abd zaki | sosiologi

26 Desember 2004 merupakan tanggal petaka bagi Aceh, di masa itu terjadi bencana Tsunami yang memproak porandakan aceh. Diawali dengan gempa yang berkekuatan 9,3 SR sekitar pukul 08.00 pagi,

Perubahan sosial

-Warga aceh merasa tidak aman tinggal di aceh

-Jatuhnya korban jiwa

Perubahan sosial di jepang

Pakar Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) yang ditugaskan di Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Naoto Tada mengatakan bahaya bencana tidak akan dapat dihindari selama tinggal di wilayah yang rawan bencana.

PERUBAHAN KARENA FAKTOR APA.

"Setelah gempa dan tsunami Tohoku pada 2011, kami menyadari tsunami telah melampaui banyak perkiraan dan tidak ada batas atas dalam bencana," kata Naoto dalam jumpa pers di Graha BNPB, seperti dilansir Antara, Rabu (31/7/2019).

Karena itu, untuk menghadapi bencana, pemerintah Jepang mengidentifikasi bencana yang paling banyak di setiap daerah meskipun tidak akan sempurna untuk menghindari korban dan kerugian ekonomi yang besar.

Berdasarkan pengalaman gempa dan tsunami Tohoku, Kantor Kabinet Jepang kemudian melakukan kajian simulasi tsunami yang disebabkan Palung Nankai pada Maret 2012.

Berdasarkan simulasi tersebut, sesuai dengan tsunami 2011 yang mencapai ketinggian 34 meter, perkiraan kematian bisa mencapai 320 ribu jiwa atau 17 kali kejadian 2011," tuturnya.

Karena itu, didukung oleh pemberitaan di media massa, pemerintah pusat dan daerah di Jepang kemudian melakukan upaya mitigasi terhadap gempa dan tsunami, seperti membuat bangunan tahan gempa, perencanaan tata ruang, hingga pendidikan dan pelatihan kesiapsiagaan bencana.

PERUBAHAN APA YANG TERJADI

"Pemerintah juga mengampanyekan tiga prinsip, yaitu tidak boleh menyerah, mulai evakuasi setelah guncangan, dan evakuasi lebih cepat ke tempat aman," jelasnya.

Berdasarkan prinsip tidak menyerah, pemerintah Jepang melakukan pendidikan kebencanaan kepada penduduk dan siswa secara menyeluruh dan merelokasi bangunan-bangunan vital dan pusat penyelamatan ke wilayah yang diperkirakan tidak terjangkau tsunami.

Pemerintah Kota Kuroshio, yang berdasarkan simulasi berpotensi diterjang tsunami tertinggi, juga membangun menara-menara evakuasi dengan ketinggian 22 meter yang masing-masing dapat menampung 230 orang.

"Pemerintah juga memberikan subsidi untuk memperkuat bangunan agar tahan gempa dan mengadakan seminar untuk penduduk dan tukang bangunan," katanya.

Yang tidak kalah penting, masyarakat Jepang juga membangun upaya mitigasi bencana di tingkat terkecil, yaitu komunitas hingga keluarga dengan membuat kartu berisi catatan-catatan penting dan melakukan latihan evakuasi secara berkala.

https://www.google.com/amp/s/amp.suara.com/news/2019/08/01/081236/pernah-diterjang-gelombang-34-meter-begini-cara-jepang-hadapi-tsunami

Adam Samudra

Perubahan sosial akibat smartphone dan gempa di padang jambi




Faktor2 penyebab perubahan sosial
1. Faktor intern
A.penemuan baru
-penemuan baru berpengaruh pada berbagai bidang , co : penemuan radio menyebabkan perubahan dalam berbagai lembaga
-berpengaruh pada satu lembaga kemasyarakatan kemudian menjalar kpd lembaga kemasyarakatan lainnya
Co : penemuan pesawat membawa pengaruh terhadap metode peperangan
-beberapa penemuan baru mengakibatkan satu jenis perubahan
Co : penemuan mobil kereta menyebabkan banyak pusat kehidupan baru
B.bertambah atau berkurangnya penduduk
C.Terjadi pemberontakan / revolusi
D. Pertentangan dalam masyarakat

2.Faktor Ekstern
A. Bencana alam
B. Masuknya kebudayaan luar
C. Peperangan dengan negara lain

CONTOH AKIBAT FAKTOR INTERN

Pengaruh Perkembangan Smartphone Terhadap Interaksi Sosial Masyarakat Indonesia

Sejak pertengahan abad ke-20 hingga kini, dunia mengalami perkembangan teknologi yang sangat deras. Berbagai macam penemuan menghiasi kehidupan masyarakat modern. Keinginan dan ketidakpuasan merupakan salah satu faktor pendorong perubahan sosial terutama perkembangan teknologi. Dalam tesisnya Ogburn (Bertrand, 1967) menuliskan bahwa "Inovasi teknologi penting sebagai penyebab terjadinya perubahan, sedangkan bidang sosial dan kebidayaan cenderung tertinggal dengan inovasi-inovasi tersebut."

Ya, tentu saja perkataan beliau ini benar adanya, dapat  kita amati dan rasakan bahwa apapun teknologi yang berbasis komunikasi akan cepat laku meskipun harus merogoh kocek yang cukup dalam. Disinilah sifat konsumtif mulai merajalela dan tak dapat terhindarkan. Sikap manusia yang pada dasarnya tidak pernah merasa puas menjadi pemicu utama munculnya konsumerisme ini.

di era sekarang ini siapa yang tidak mengenal Android?

tentu semua orang pernah mendengarnya bahkan menjadi sahabat setianya yang selalu dibawa kemanapun ia melangkah. mungkin termasuk Anda.

Android merupakan sistem operasi berbasis Linux yang diterapkan dalam HP touchscreen dan atau smartphone yang dibuat pada Oktober 2003 dan baru diresmikan pada tahun 2007. 

Tercatat Indonesia merupakan Negara yang mengalami perubahan signifikan, dimana device berbasis Android mengambil alih penjualan Blackberry yang menyababkan penjualan Blackberry menurun 70%. Indonesia merupakan Negara di Asia Tenggara yang memiliki pasar smartphone terbesar dengan berhasil menjual lebih dari 4.5 juta device.

Penjualan smartphone di Indonesia meningkat sebanyak 56% dalam waktu 1 tahun terakhir dan 78% dari seluruh penjualan tersebuat adalah penjualan ponsel ber-fitur. 

Lalu apa pengaruhnya bagi interaksi masyarakat?

Disadari atau tidak kemuculan smartphone ini sedikit dmi sedikit mengikis budaya tatap muka dan silaturahmi (bertemu secara fisik) di Indonesia. Masyarakat yang dulunya dikenal dengan masyarakat yang saling beranjangsana kini perlahan mulai berkurang seiring kemunculan alat-alat komunikasi canggih. Hal ini tidak bisa disalahkan. Kemajuan di bidang teknologi merupakan salah satu perubahan sosial yang tak dapat dihindari dan akan terjadi secara terus menerus.

Masyarakat modern bersilaturahmi dengan SMS, Telepon, Video Call, Line, Kakao Talk, WhatsApp, dsb. Ini dianggap cukup, namun bagaimanapun juga kehadiran fisik seseorang merupakan bentuk interaksi nyata yang dapat mempererat hubungan kita dengan orang-orang sekitar kita. jangankan dengan orang yang jauh, dengan teman atau keluarga yang jaraknya dekat pun terkadang kita tidak banyak melakukan interaksi, kita sibuk dengan ponsel masing-masing dan bahkan ada yang berkomunikasi lewat SMS atau aplikasi messenger lainnya. Miris. Namun kembali saya tegaskan bahwa tak dapat disalahkan. Hanya saja hal ini akan mengurangi harmonisasi dan interaksi yang dipandang dari segi psikologi dan sosiologi. Semua tergantung pada diri Anda masing-masing. Beradaptasi dengan perubahan yang ada memang penting, namun janganlah mendewakan media, gadget yang Anda miliki. Pergunakalah mata Anda untuk bertatap dengan mereka disekeliling Anda. Tersenyumlah secara langsung pada mereka, itu jauh lebih berarti daripada emoticon yang Anda berikan. Peluklah dengan hangat orang-orang yang Anda cintai. Berbicaralah secara langsung dengan mereka jangan selalu menjadikan ponsel anda sebagai mulut Anda. Karena kehadiran Anda berarti untuk orang-orang disekitar Anda.

(http://veronikadina.blogspot.com/2013/09/pengaruh-perkembangan-smartphone.html?m=1)

---------------------------------------

CONTOH AKIBAT FAKTOR EKSTERN

Analisis masalah sosial akibat gempa di Padang dan Jambi

Masalah sosial yang terjadi di Indonesia terutama di kota-kota setelah mengalami gempa sangatlah terasa.  Rabu pekan terakhir September silam, tak terhitung bangunan di berbagai kota dan kabupaten di Ranah Minang, roboh. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, gempa tektonik yang mengguncang Sumbar berkekuatan 7,6 skala Richter (SR). Pusat gempa berada pada 57 kilometer sebelah Barat Laut Pariaman, Sumbar, sedalam 71 kilometer di bawah permukaan laut.

Kerusakan  bangunan di kota Padang dan Pariaman mencapai 80% dan yang terparah adalah kota Pariaman. Gempa tersebut merusak infrastruktur seperti rumah sakit, sekolah, sampai rumah - rumah warga. Sementara  itu, para korban mengungsi ke daerah yang aman maupun posko yang telah disediakan pemerintah dan berbagai pihak dan mendirikan tenda sebagai tempat bernaung. Kondisi para pengungsi ini sangat memprihatinkan.


Setelah bantuan makanan, obat-obatan, dan pakaian, berbagai kebutuhan dan penanganan selanjutnya perlu segera dipenuhi. Di antaranya adalah pendidikan anak-anak, penanganan trauma khususnya bagi anak-anak , serta perbaikan rumah dan fasilitas umum. Selain kebutuhan langsung tersebut ada satu aspek yang efeknya tidak langsung dirasakan namun membahayakan jika dibiarkan. Yakni kesehatan lingkungan. Gempa besar itu turut merusak berbagai fasilitas lingkungan, seperti MCK, septic tank, saluran limbah, sumur, tempat pembuangan sampah, saluran air bersih, dan lainnya. Fasilitas ini dalam kondisi normal menjadi media yang menjamin kebersihan dan kesehatan suatu lingkungan. Tidak berfungsinya fasilitas ini dengan demikian akan mengkhawatirkan munculnya bermacam penyakit menular. Setiap tempat tinggal manusia membutuhkan fasilitas lingkungan. Dikarenakan setiap saat manusia itu menghasilkan limbah dan membutuhkan air bersih. Demikian pula pada tempat tinggal sementara penduduk pasca gempa di pengungsian. Beberapa hari pasca gempa berbagai penyakit mulai mengancam para pengungsi. Seperti diare, disentri, infeksi saluran pernafasan, demam berdarah, malaria, dan sebagainya. Tanpa penanganan kondisi ini tentu dapat memperparah penderitaan korban. Bahkan, menimbulkan korban baru. Mulai sakit hingga meninggal dunia. Karenanya, bersamaan dengan program tanggap darurat prioritas yang layak segera diperhatikan adalah tanggap lingkungan. Yaitu upaya-upaya yang dilakukan untuk menangani masalah lingkungan pasca bencana.

Berbagai bantuan dana mengalir dari berbagai lapisan masyarakat. Tapi yang perlu kita tahu adalah dana pelantikan tidak sebanding dengan dana bantuan gempa di Sumatera Barat. Angka pelantikan sebesar Rp 46 miliar lebih di atas dibandingkan dengan dana tanggap darurat gempa di Padang ternyata hampir seperlimanya. Menurut Menkeu, pemerintah mengeluarkan dana tanggap sebesar Rp 250 miliar. Dana ini diperkirakan cukup untuk membiayai tanggap darurat selama dua bulan. Empati perorangan memang penting. Tapi kesadaran secara kelembagaan di institusi wakil rakyat lebih dibutuhkan. Rp 46 miliar untuk 692 "wakil rakyat" yang hanya beberapa jam, berbanding dengan Rp 250 miliar untuk 200.000 korban gempa selama dua bulan. Hal itu seharusnya menjadikan para wakil rakyat introspeksi diri dengan mengutamakan  kepentingan rakyat yang terkena gempa daripada untuk kesenangan segelintir orang saja.

(http://hanageoedu.blogspot.com/2011/12/analisis-masalah-sosial-akibat-gempa-di.html?m=1)

Fikri Jamal UB Sosiologi

1. Bencana banjir yang terjadi di Kampung Cieunteung Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung pada bulan Januari tahun 2010 merupakan banjir yang sangat parah, mengakibatkan beberapa rumah hancur dan sarana-sarana umum rusak parah, sehingga kondisi sosial masyarakat kampung Cieunteung setelah terjadinya banjir mengalami perubahan. Pada prinsipnya perubahan pada masyarakat merupakan suatu proses yang terus menerus. Adapun perubahan-perubahan pada satu aspek akan mempengaruhi perubahan pada aspek yang lain.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kondisi sosial masyarakat kampung Cieunteung Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung setelah terjadinya banjir, dan untuk mengetahui penanggulangan dari pemerintah terhadap korban bencana banjir pada masyarakat Kampung Cieunteung Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung.Penelitian ini dilaksanakan dengan menentukan lokasi yaitu di Kampung Cieunteung Kecamatan Baleendah Kabupaten Bandung, dengan menggunakan metode komparatif. Adapun data yang dikumpulkan menggunakan langkah-langkah penelitiannya adalah menentukan metode, sumber data, jenis data, tehnik pengumpulan data yang meliputi wawancara, observasi, angket dan studi kepustakaan serta tehnik analisis data.Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data sebagai berikut: Sebelum terjadinya banjir, perilaku sosial yang mencakup komunikasi dan rasa kepedulian terjalin dengan baik, masyarakat peduli terhadap keadaan sesama. Aktifitas sosial dan keagamaan yang mencakup intensitas masyarakat dalam melakukan kerja bakti, ronda, sholat berjamaah di mesjid, mengikuti pengajian sering dilakukan oleh warga kampung Cieunteung. Mata pencaharian warga adalah sebagai berikut: wiraswasta 38%, pegawai swasta 48%, pegawai negeri 4%, dan serabutan 10%. Terdapat 2 gedung sekolah yaitu SDN Mekarsari dan TK yang memiliki fasilitas cukup memadai. Setelah terjdinya banjir terdapat perubahan pada pola hidup sosial akibat bencana banjir yang mencakup: perilaku sosial menjadi kurang baik, masyarakatnya kurang peduli terhadap keadaan sesama. Aktifitas sosial dan keagamaan menjadi kadang-kadang dilakukan karena sebagian warganya mengungsi, sedangkan untuk sholat berjamaah di mesjid dan dalam mengikuti pengajian tidak pernah dilakukan karena mesjidnya masih dalam proses perbaikan akibat banjir. Mata pencaharian warga berubah menjadi wiraswasta 28%, pegawai swasta 46%, pegawai negeri 4%, serabutan 22% dan penghasilan warga pun menjadi kurang memenuhi kebutuhan keluarga. Dari segi lingkungan, perubahan terjadi dengan dipindahkannya gedung sekolah ke jalan Adipati Kertamanah Baleendah dan menjadi berkurangnya fasilitas yang dimiliki sekolah tersebut. Sedangkan penaggulangan dari pemerintah berupa pembagian uang, sembako, pengobatan gratis, air layak untuk minum, pembuatan Rumah Susun Sederhana Sewa bagi korban banjir di Baleendah.